Jakarta (Malang Posco Media) – Mebel suar wood atau kayu trembesi memang tidak sepopuler kayu jati. Namun belakangan peminat mebel dari jenis kayu ini mulai bersaing. Bahan solid dan tanpa sambungan menjadi alasan konsumen mencari mebel suar wood. Apalagi para produsen sudah berlomba menampilkan desain kekinian untuk produk mebelnya.

Marketing Fortuna Mebel, Rizky Yunifar menyebutkan, mebel suar wood saat ini sudah diproduksi dengan desain kekinian. Sehingga tidak kalah saing dengan produk mebel yang dihadirkan oleh brand furniture kenamaan.

Bahkan dengan proses tertentu, kekuatan suar wood bisa bersaing dengan kayu jati yang selama ini menjadi primadona.

“Penggunaan saur wood untuk mebel memang cenderung bernuansa natural. Namun dengan desain mebel yang kekinian, membuatnya tampil beda sehingga memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan tak kalah dengan produk mebel pabrikan atau store besar,” ujar Rizky pada Malang Posco Media.

Meja bar botol, meja makan dan set meja kursi teras oval menjadi produk yang banyak dicari di Fortuna Mebel. Terlebih harga yang dibanderol lebih terjangkau dibandingkan dengan furniture kayu jati. Rizky menyebutkan, untuk satu set meja makan dengan empat kursi sandaran, dibanderol dengan harga Rp 9 jutaan. Sedangkan set meja kursi teras oval dijual dengan harga Rp 3,5 juta.

Untuk perawatan sendiri, lanjut Rizky, saur wood tidak susah. Karena sudah diproses, saur wood tidak akan mengeluarkan bubuk kayu saat lembab dan anti rayap. Namun untuk penempatannya, area indoor lebih disarankan. “Jika diletakkan di dalam ruangan, akan lebih awet. Jika terkena air, cukup dikeringkan saja dengan kain,” sambungnya.

Sebelum pandemi, Rizky mengaku, beberapa produk saur wood Fortuna Mebel sudah menjangkau pasar luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. Namun saat pandemi, penjualan ke pasar luar negeri terhenti. Saat ini dengan kondisi yang sudah membaik, pihaknya mulai bersiap kembali untuk melakukan penjualan ke negara lain. (sam/nda)