JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur mengatakan, pihaknya menargetkan bisa meraih nilai transaksi sebesar Rp 150 juta dollar AS lewat pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX).

Asal tahu saja IFEX merupakan pameran industri mebel dan kerajinan terbesar yang rutin diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo.

"Berdasarkan analisa kami, kami tidak terlalu ambisius untuk target transaksi, tapi kami menargetkan bisa mencapai Rp 150 juta dollar AS," ujar Abdul Sobur saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Sementara target untuk pasca-event, lanjut Abdul, ditargetkan bisa mencapai Rp 500 juta dollar AS.

"Jadi maksudnya setelah event para exhibitor yang ikut dalam pameran ini dengan para buyers tentu akan melanjutkan pembeliannya gitu, nah itu kita targetkan Rp 500 juta dollar AS," jelasnya.

Kemudian dari sisi jumlah pembeli, Himki menargetkan bisa menjangkau 2.800 buyer internasional. Sementara jumlah pembeli yang sudah terdaftar untuk berkunjung ada 3.800 buyer.

"Kita optimis bisa capai target itu karena per kemarin di hari pertama pembukaan ada 1.200 buyer internasional yang datang sampai jam 18.00 WIB," kata dia.

Dia menambahkan, dari 1.200 buyer yang berkunjung ke pameran ini, Singapura menjadi peringkat pertama pembelo yang paling banyak bertransaksi kemudian disusul Australia, India, Malaysia, dan Amerika Serikat.

"Saya pikir memang ini waktunya untuk mempromosikan produk-produk furnitur dalam negeri ke global," pungkasnya.

Untuk diketahui, pameran IFEX selain digelar secara offline di JieExpo Kemayoran, juga diselenggarakan secara online melalui melalui platform www.ifexindonesia.com.

Pameran ini dibuka hingga tanggal 21 Agustus 2022.