TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Ekspor produk rotan asal Indonesia ke pasar Eropa menurun akibat perang Rusia-Ukraina.

Pengurus Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Satori, mengatakan pasar Eropa tidak lagi menjadi pasar utama kerajinan rotan.

"Saat ini, pasar utama produk rotan Indonesia bergeser dari Eropa ke Amerika," ujar Satori saat ditemui usai Musda DPD HIMKI Cirebon Raya di Hotel Luxton, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Rabu (20/7/2022).

Ia mengatakan, perbandingan ekspor kerajinan rotan asal Indonesia ke pasar Eropa dan Amerika kini hampir mencapai 50 : 50.

Padahal, menurut dia, sebelum perang Rusia-Ukraina, ekspor produk rotan ke pasar Eropa merupakan yang tertinggi, mencapai 60 persen.

Pihaknya juga mencatat hingga semester I 2022 total ekspor produk rotan dari Indonesia ke pasar Amerika Serikat mencapai 50 persen.

"Ekspor rotan ke Eropa menurun dari 60 persen, kini menjadi 48 persen, dan ini tidak terlepas dari dampak perang Rusia - Ukraina," kata Satori.

Satori mengakui, menurunnya ekspor rotan ke Eropa dikarenakan masyarakat setempat lebih memprioritaskan keamanan dan keselamatan dirinya.

Karenanya, pihaknya mengingatkan para pengusaha rotan untuk lebih cermat memilih negara tujuan ekspor untuk menghindari kerugian.

Ia optimistis ekspor rotan Indonesia pada tahun ini tumbuh karena ditopang pasar Amerika meski terjadi penurunan daya beli di Eropa.

"Kami mencatat hingga Juni 2022 ekspor kerajinan rotan tumbuh kira-kira 20-an persen, dan pasar Amerika berkontribusi cukup besar," ujar Satori.