JAKARTA, Investor.id - PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) diproyeksikan lanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan tahun 2022, meskipun sudah mengalami lonjakan sepanjang tahun 2021 hingga melampaui estimasi.

Integra membukukan lonjakan laba bersih sebesar 71% menjadi Rp 536,6 miliar pada 2021, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 314 miliar. Lonjakan tersebut sejalan dengan melesatnya pendapatan sebesar 84,9% dari Rp 2,92 triliun menjadi Rp 5,41 triliun

Perseroan juga membukukan peningkatan margin kotor (gross margin) dari 33,6% menjadi 35,4%. Sedangkan margin keuntungan bersih (net margin) turun dari 10,7% menjadi 9,9%.

“Realisasi laba bersih tersebut telah melampaui estimasi atau setara dengan 123% dari target. Sedangkan perolehan pendapatan tersebut telah merefleksikan 125% dari target BRI Danareksa Sekuritas,” ujar analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dalam risetnya, baru-baru ini.

Terkait potensi pertumbuhan kinerja keuangan Integra tahun ini, dia mengatakan, didukung kuatnya realisasi penjualan marketing perseroan senilai Rp 2,1 triliun pada kuartal I-2022. Meskipun Amerika Serikat (AS) mengalami inflasi tinggi dan tren peningkatan suku bunga, perseroan optimistis ekspor ke negara tersebut bakal meningkat.

Menurut dia, optimisme peningkatan permintaan furnitur dan bahan baku dari Integra dipengaruhi atas tersendatnya pasokan furnitur dari Vietnam setelah kekurangan bahan baku. Berbeda dengan Integra yang memiliki sumber bahan baku pembuatan furnitur dari dalam negeri, sehingga kelankaan bahan baku bukan menjadi tantangan. “Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan tren pertumbuhan kinerja keuangan Integra Indocabinet,” terangnya.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan akan didukung seluruh segmen bisnis, seperti penjualan komponen bahan bangunan dan furnitur. Perseroan juga diprediksi mencetak peningkatan margin keuntungan dan peningkatan kas internal.

Tingginya permintaan bahan bangunan dan furnitur dari Amerika Serikat akan menjadikan Integra Indocabinet berada di posisi paling menguntungkan. Apalagi setelah negara tersebut meninggalkan impor dari Tiongkok bersamaan dengan rendahnya pasokan dari Vietnam.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan lonjakan laba bersih Integra Indocabinet menjadi Rp 547 miliar dengan penjualan sebesar Rp 5,02 triliun sepanjang 2022. Dengan demikian, laba bersih per saham perseroan diharapkan meningkat menjadi Rp 86,8.

Optimisme berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham WOOD dengan target harga Rp 1.200 per saham.