KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten furniture PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) mengatakan, momen Ramadan dan Lebaran menjadi faktor pendukung pertumbuhan penjualannya. Tergambar dari pencapaian pada kuartal II 2021 lalu yang bertepatan dengan momen Ramadan dan Lebaran.

"Di kuartal ke II, bertepatan dengan Ramadan dan Lebaran, biasanya permintaan furnitur baik domestik maupun ekspor mengalami peningkatan. Seperti contoh adalah pada periode kuartal II tahun 2021, penjualan perseroan secara keseluruhan naik 88% YoY. Mulai dari tahun 2020, kami melihat peningkatan penjualan yang cukup signifikan di setiap kuartalnya," tutur Corporate Secretary Integra Indocabinet Wendy Zhang kepada Kontan.co.id, Senin (28/3)

Ia melanjutkan, permintaan furnitur dari pasar ekspor juga akan meningkat imbas dari situasi politik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China. Wendy mengatakan, pada periode kuartal II 2021 lalu, di mana terjadi penerapan tarif perang dagang yang diterapkan AS kepada China, seperti antidumping dan anti subsidi, membuat permintaan furnitur berpindah dari China ke Indonesia.

China sebelumnya merupakan eksportir furniture terbesar ke pasar AS dengan pangsa pasar mencapai 38%. Namun dengan penerapan tarif-tarif tersebut, pangsa pasar China turun drastis menjadi sebesar 13%-14% dikarenakan banyak buyer AS yang berpindah dari China ke negara lain terutama Indonesia dan Vietnam.

Ia memproyeksi efek tersebut masih akan berlanjut pada momen Ramadan dan Lebaran tahun ini. Hal tersebut pula yang mendukung pertumbuhan penjualan WOOD dan penjualan ekspor mendominasi pemasukan, terutama ke pasar AS.

"Penjualan WOOD didominasi ekspor, terutama ke pasar AS. Ini imbas dari penerapan tarif perang dagang yang diterapkan oleh AS ke China dan juga penerapan tarif-tarif lainnya, seperti antidumping dan antisubsidi. Akhirnya, banyak permintaan dari AS ke China berpindah ke negara lain seperti, Indonesia. Inilah yang mendukung pertumbuhan penjualan WOOD," sambungnya.

Pihaknya tidak secara khusus menjalankan strategi atau target penjualan pada momen Ramadhan tahun ini. Wendy mengatakan secara tahunan, WOOD menargetkan pertumbuhan penjualan minimal 25% dibandingkan tahun lalu.

"Untuk capex kami mengalokasikan sebesar Rp 250 miliar di tahun ini. Dana ini bersumber dari internal kas perusahaan dan pinjaman bank, utamanya akan digunakan sebagai modal rencana ekspansi perusahaan dan juga maintenance capex," pungkasnya.