TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Desa Piantus, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten sambas tidak hanya memiliki pesona alam yang menawan. Desa ini memiliki pusat kerajinan anyaman bambu dan rotan yang menghasilkan puluhan produk kerajinan.

Produk tersebut berupa lemari, rak baju, kursi, sofa, dan puluhan kerajinan anyaman lainnya. Mulai dari yang berukuran besar hingga berukuran kecil seperti piring rotan.

Bahkan di Desa Piantus sudah memiliki galeri pusat kerajinan anyaman bambu dan rotan. Galeri ini bernama sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Anyaman Bambu dan Rotan Desa Piantus.

Berbagai produk anyaman bambu dan rotan dipamerkan dalam galeri tersebut. Selain itu, adanya galeri itu memudahkan pembeli untuk datang dan melihat langsung hasil kerajinan bahkan proses pembuatan kerajinan.

Warga Dusun Kinanai Desa Piantus Kecamatan Sejangkung, Ciptono salah satu pengrajin anyaman bambu dan rotan. Dirinya telah puluhan tahun berprofesi sebagai pengrajin anyaman bambu dan rotan.

Tono panggilan akrabnya, telah menghasilkan puluhan bahkan ratusan anyaman. Dirinya membuat berbagai bentuk produk anyaman yang menjadi mata pencahariannya sehari hari.

“Sehari bisa membuat 4 hingga 5 produk anyaman, ini juga tergantung apa yang kita buat, kemudian tergantung besar kecilnya bentuk tersebut,” jelasnya, Rabu 16 Februari 2022.

Tono menjelaskan produk anyaman yang berukuran sedang seperti, tempat parcel dapat dihasilkan sebanyak 5 produk dalam sehari.

“Selain parcel, kerajinan yang kami buat seperti kursi, lemari, rak, kap lampu, dan produk produk lainnya,” jelasnya.

Tono berujar kehadiran Galeri IKM di Desa Piantus memudahkan pengrajin untuk menampung produk yang dihasilkan. Sehingga, produk yang dihasil selalu terjual walaupun masih bergantung pada tingkat pesanan.

“Kita menjual dan ditampung di galeri, kemudian tergantung lagi pemasukan dari hasil kerajinan ini, bagaimana banyak tidaknya pesanan yang datang,” katanya.