RADARSEMARANG.ID, KENDAL- Politeknik Industri Furnitur dan pengolahan kayu (polifurneka) kendal berhasil mencetak 87 sumber daya manusia (SDM) bidang furnitur pada lulusan pertama pada 25 November 2021. Sebanyak 70 lulusan atau sebesar 80,46persen wisudawan salah satu politeknik dibawah kementrian perindustrian yang berada di kawasan Industri Kendal (KIK) jawa tengah tersebut langsung diserap di 31 industri furnitur.

Lulusan Polifurneka tersebar di beberapa perusahaan wilayah jawa tengah, jawa barat, yogyakarta, jawa timur, banten,dan bali. Empat lulusan di antaranya memilih untuk mengembangkan wirausaha di bidang furnitur. sedangkan sisanya masih dalam proses perekrutan.

Direktur polifurnekaTri ernawati mengatakan, tuntutan Polifurneka bekerja lebih inovatif dalam menyajikan SDM yag unggul di bidang industri funitur. Peran serta Polifurneka yang berdiridi KIK ini dimulai dengan melahirkan 87 SDM berkompeten di bidang teknik produksi furnitur, desain furnitur, dan manajemen binis industri furnitur.

Pihaknyajuga sudah melakukan kerjasama dengan 69 perusahaan furnitur di jawa dan luar jawa. Selain itu kerjasama juga dilakukan dengan pihak asosiasi, pemrintahan daerah, institusi dan beberapa perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun di luar negri. Ruang lingkup kerjasama dengan industri meliputi kegiatan belajar mengajar, pengembangan kurikulum, Join Research,praktik industri,teaching factory serta penyerapan lulusan.

"kami juga punya program setara diploma 1 bidang teknologi ukir untuk mnumbuhkan minat generasi muda terhadap budaya ukir yang mulai ditinggalkan, dimana program setara diploma 1 teknologi ukir ini memadukan pembelajaran ukir manual dengan teknologi ukir menggunakan mesin CNC," trang Tri Ernawati usai mengikuti prosesi wisuda jenjang Diploma 3 Ahli Madya tahun Akademik 2020/2021.

kepala badan usaha pengembangan sumber daya manusia industri(BPSDMI) yang mewakili oleh kapusdiklat SDM Aparatur Dadi Marhadi lewat sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kebrhasilan polifurneka mencetak lulusan yang berlangsung diserap oleh industri sebesar 80,46persen di tengah pendemi yang tengah melanda di seluruh dunia. ia berpesan agar Polifurneka mampu menjadi acuan bagi sekolah vokasi yang lain.

Tenaga Ahli BPSDMI kementrian perindustrian (kemenperin) bidang vokasi Mujiono menyampaikan, visi misi yang dijunjung Polifurneka harus selalu ditegakkan dalam mencetak SDM kompeten. Sehingga Polifurneka bisa hadir sebagai pelayan industri furnitur Indonesia.

menurutnya, nilai ekspor furnitur Indonesia masih cukup rendah di angka 2 miliar dolar Amerika Serikat, dari target 5 miliar dolar Amerika Serikat. Kualitas SDM yang kurang mumpuni menjadi salah satu faktor penyebabnya. sehingga perlu dilakukan pembenahan dengan menyiapkan SDM yang unggul melalui Polifurneka.

Mujiono mendorong Polifurneka agar bisa menjalin kerjasama dengan Industri dalam melakukan riset dan pengembangan. Sehingga, keberadaan Polifurneka bisa memenuhi standar kebutuhan industri yang ada." Pertumbuhan industri berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi," harapnya.

Ia menambahkan,bahwa untuk mencapai tujuan agar politeknik industri menjadi excellence berdaya saing global, beliau mengenalkan sebuah konsep yang di sebut Corporate University, sebuah entitas pendidikan yang merupakan alat strategis dan dirancang untuk membantu organisasi induk dalam mencapai misinya.

untuk menuju corpU prlu dirancang sebuah desain proses mulai dari pendidikan dual system berstandar global, penelitian terapan sektor industri prioritas, pengabdian masyarakat, model pembelajaran STEM, Digital Capability centers, inkubator bisnis, dan seterusnya yang faktor pendukungnya meliputi kerjasama dalam dan luar negri serta insfratuktur, terang beliau."kami dorong prtumbuhan furnitur bisa meningkat. Mudah-mudahan tahun