Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur, meminta adanya kekuatan yang bisa memproteksi Jepara sebagai wilayah khusus untuk industri mebel dan kerajinan berbasis kayu.

“Jepara adalah ikon industri kayu nasional yang sudah melegenda sehingga perlu diproteksi,” ujar Sobur, di Jepara, Kamis (25/11/2021)

Menurutnya, dengan jumlah pelaku usaha dalam jumlah besar di Jepara, diharapkan pasar ekspor mebel dan kerajinan tidak hanya menjadi ladang bagi perusahaan besar saja untuk mengekspansi bisnisnya, tetapi juga bisa ditembus oleh usaha kecil dan menengah (UKM) kelompok mebel dan kerajinan di Jepara.

“Jika dikelola dengan baik, kita bisa menjadi leader untuk industri mebel dan kerajinan di Kawasan Regional ASEAN. Dengan ketersediaan bahan baku hasil hutan yang melimpah, sumber daya manusia yang terampil dalam jumlah besar, industri ini bisa menjadi industri yang tangguh,” jelasnya.

Industri ini, ungkap Sobur, sangat penting sebagai bantalan ekonomi yang kuat pada saat kondisi ekonomi seperti saat ini dan menjadi jalan keluar negara dalam penyerapan tenaga kerja. Sebab sampai saat ini industri mebel dan kerajinan tetap eksis dan menghasilkan devisa bagi negara di saat industri lain terkena imbas krisis, Industri ini kuat karena didukung oleh local content yang cukup besar.

Optimis

Sementara itu Ketua DPD HIMKI Jepara Raya Periode 2021-2024 Antonius Suhandoyo, optimis bahwa industri mebel dan kerajinan akan terus mengalami pertumbuhan, eksis dan mampu menembus pasar global. Hal ini tentu bukan tanpa alasan bila kita mengacu pada table pertumbuhan ekspor tahun 2020, meskipun terjadi wabah Pandemi Covid-19, tetapi industri ini terus tumbuh.

“Kami juga ingin menegaskan potensi besar produk mebel dan kerajinan Jepara. Jepara adalah gudangnya kreatifitas dan talenta,” ujarnya.

Seperti kita ketahui bersama, Jepara adalah satu-satu nya wilayah atau sentra industri di Indonesia yang memiliki karakteristik unik dan memiliki akar sejarah panjang dengan masa-masa sebelumnya. “Jepara adalah saksi sejarah panjang perjalanan seni ukir di Indonesia. Kualitas produk ukirannya tidak hanya diakui secara nasional, melainkan sudah level dunia,”ucapnya.

Jika kita telusuri sejarah, sejak abad ke 16, seni ukiran yang kita saksikan sekarang ini sudah ada pada zaman itu. Seni ukiran itu bisa kita saksikan di Masjid Mantingan, Jepara.

Pada masa Kerajaan Kalinyamat arsitektur Jepara mengalami kemajuan terutama dalam bidang ukir-ukiran. Bukti otentik ukiran Jepara berupa artefak peninggalan zaman Ratu Kalinyamat di Masjid Mantingan. Hal ini karena ukiran Jepara sudah ada jejaknya pada masa Pemerintahan Ratu Kalinyamat (1521-1546) pada 1549. Jepara dari zaman ke zaman terus berkreasi dengan ragam pesona ukirannya yang sudah melegenda.

Jepara dikenal dunia sebagai sentra ukir nasional. Jumlah eksportir mebel dan kerajinan Jepara mencapai hamper 400 perusahaan dengan tujuan ekspor ke 113 negara. Selain kian kinclong untuk pasar ekspor, bagi wisatawan lokal maupun mancanegara tak perlu bingung lagi untuk berburu barang kerajinan ukiran di Jepara. Pemerintah setempat sudah membagi sentra-sentra produksi ke berbagai wilayah di kota Jepara sesuai jenis kerajinan ukir.

Sentra-sentra itu diantaranya: Sentra Ukir Patung di Desa Mulyoharjo, Sentra Ukir Relief di Desa Senenan, Sentra Ukir Minimalis di Desa Petekeyan, Sentra Ukir Gebyok di Desa Blimbingrejo, Sentra Ukir Bambu di Suwawal Timur, Sentra Ukir Lemari di Desa Bulungan, Sentra Ukir Genteng di Desa Mayong.

Antonius mengatakan, HIMKI selalu hadir untuk membantu mengoptimalkan bakat-bakat alam yang ada, ketrampilan-ketrampilan yang ada, yang dimiliki masyarakat lokal Jepara. “ Kita juga tidak hanya bergantung pada bahan baku kayu saja, tetapi juga mencoba bahan baku baku lain, seperti besi, rotan, dll sehingga mampu menghasilkan produkproduk yang bagus,” katanya.

Sebelumnya, Selasa ( 23/11/2021) DPP HIMKI Jepara Raya menggelar Musyawarah Daerah di Gedung Shima SETDA Kabupaten Jepara. Dalam Musda bertema “Gerak Laju Indutsri Kreatif Jepara Menuju Pentas Global”, peserta Musda memilih Antonius Suhandoyo sebagai Ketua DPD HIMKI Jepara Raya Periode 2021-2024. Ia menggantikan Masykur Zainuri sebagai ketua sebelumnya.Buyung N