YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) DIY berkolaborasi dengan Forum Mebel, Kerajinan dan Seni (Formekers) Indonesia mendorong pengembangan pasar luar negeri bagi produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pemda DIY melalui Dinas Koperasi dan UKM DIY melihat besarnya potensi ekspor produk UMKM tersebut sehingga memfasilitasi bantuan ongkos kirim (ongkir) gratis hingga pasar luar negeri.

Kepala Dinas Koperasi UKM DIY Sri Nurkyatsiwi mengatakan ekspansi produk UMKM DY guna melayani pasar luar negeri atau ekspor adalah peluang yang tidak boleh dilewatkan. Melihat potensi ekspor produk UMKM DIY tersebut, Pemda DIY mengalokasikan bantuan ongkir untuk pasar luar negeri sehingga bisa mendorong pengembangan pasar global bekerjasama dengan PT Pos Indonesia.

“Kami tengah gencar berupaya meningkatkan sosialisasi pemberian bantuan gratis ongkir pada produk UMKM kepada komunitas UMKM di DIY dengan menggandeng Formekers Indonesia. Anggota Formekers yang hadir mendapat kesempatan dilayani pendaftaran langsung menjadi anggota SiBakul Jogja sekaligus mendaftarkan diri dalam markethub free ongkir,” kata Siwi di Yogyakarta, Minggu (10/10/2021).

Siwi menyatakan pihaknya mencatat 1.500 UMKM sudah masuk dalam markethub bebas ongkos kirim atau free ongkir melalui SiBakul Jogja. Jumlah tersebut masih sedikit dibanding jumlah UMKM yang terdata di SiBakul Jogja sebanyak 285.000 UMKM. Hal tersebut merupakan komitmen SiBakul Jogja terhadap pemberdayaan UMKM DIY yang tangguh dan dapat menjadi rumah bagi UMKM maupun tempat berkonsultasi terkait dengan tata kelola bisnis kedepannya. Transaksi tercatat 150 transaksi per hari pada 2021 dan total ongkos kirim mencapai Rp 1,5 miliar sejak awal 2020 hingga Agustus 2021.

“Dampak terhadap ekonomi yang digerakkan atau volume pembelian yang terjadi di UMKM sekitar Rp 10,5 miliar atau hampir tujuh kali lipat ongkir yang digerakkan berdampak pada roda perputaran ekonomi daerah. Kami mengharapkan Formekers Indonesia bisa meramaikan distribusi produk-produk yang dihasilkannya untuk dapat dipasarkan di luar negeri dengan memanfaatkan bebas ongkir yang dikerjasamakan dengan PT Pos Indonesia,” terangnya.

Kepala Bidang (Kabid) Layanan Kewirausahaan Dinas Koperasi UKM DIY Wisnu Hermawan menambahkan seiring adanya badai pandemi Covid-19 setelah lima bulan diluncurkan SiBakul Jogja bertransformasi menjadi MarketHub. Dinas Koperasi UKM DIY menyalurkan stimulus kepada UMKM untuk terus memasarkan produknya dengan difasilitasi pemasaran melalui daring.

“UMKM yang produknya terbeli dibantu dengan keringanan bebas ongkir dimana biayanya ditanggung Pemda DIY. Intinya SiBakul ini didesain sebagai media UMKM membantu pemasaran produk-produk yang layak. Dengan kata lain, skema free ongkir adalah bentuk investasi Pemda DIY dalam memberdayakan UMKM guna pemulihan ekonomi dan mendorong tingkat konsumsi masyarakat,” pungkas Wisnu. (Ira)