JEPARA (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jepara kembali menggandeng Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) Jepara Raya untuk melakukan percepatan vaksinasi para pekerja industri furnitur dan kerajinan di Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan, Sabtu (28/8/2021), di Gedung Jepara Trade and Tourism Center (JTTC) Rengging, Kecamatan Pecangaan.

Vaksinasi ini diikuti karyawan yang tersebar di 18 perusahaan. Kepala Disperindag Jepara Eriza Rudi Yulianto mengatakan, vaksinasi massal ini sebagai upaya pemerintah bersama pelaku industri untuk melakukan percepatan vaksinasi.

Vaksinasi massal untuk pelaku industri furnitur dan kerajinan ini, dipantau oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Eriza Rudi Yulianto, didampingi Sekretaris HIMKI Jepara Raya Yuli Kusdiyanto. Kali ini sebanyak 700 dosis vaksin disiapkan untuk para kekerja dis ektor industri. Tujuannya mempercepat herd immunity (kekebalan komunal) Menurut Eriza, dengan banyaknya titik penyuntikan vaksin, sangat membantu tugas pemerintah. Jika tenaga kerja ini sehat, tentu keluarganya juga akan ikut terjaga dari virus Covid-19. Antusias peserta dinilainya sangat tinggi, hal ini tentu saja didorong kesadaran mereka untuk segera mendapatkan vaksinasi.

Sementara Sekretaris HIMKI Jepara Raya Yuli Kusdianto mengatakan, kali ini disiapkan 700 dosis vaksin tahap kedua. Harapannya ke depan, akan mendapat suport (dukungan) lebih banyak lagi vaksin untuk pelaku industri mebel dan kerajinan di Jepara. Sebelumya juga dilaksanakan vaksinasi massal pada Jumat (30/7/2021) lalu dengan kuota 700 dosis.

Walaupun para karyawan telah mendapatkan vaksi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Eriza Rudi berharap kepada mereka agar tidak abai terhadap protokol kesehatan. “Memakai masker, mencucui tangan, menjaga jarak, hidari kerumunan dan kurang mobilitas harus menjadi budaya baru kta,” ujarnya.

Kebiasaaan baru tersebut hendaknya tidak hanya dilakukan di tempat kerja, tetapi di dalam keluarga dan dilingkungan masyarakat. “Bagi karyawan yang memiliki anak sekolah dan telah mengikuti PTM Terbatas, saya ttp agar bear-benar menjalankan prokes,” ujar Eriza.