INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sepanjang paruh pertama tahun 2021, industri mebel dan kerajinan mencatatkan kinerja positif. Sepanjang semester I/2021, tercatat ekspor mebel dan kerajinan tumbuh 35,41% menjadi USD 1,68 miliar atau setara Rp23,5 triliun (kurs Rp14.000) jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Lebih lanjut, jika diperinci kenaikan tersebut kelompok produk mebel mengalami kenaikan 39,98 persen dan kelompok produk kerajinan naik 24,87 persen.

"Di tengah situasi pandemi COVID-19 sektor industri mebel dan kerajinan nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, bahkan memasuki enam bulan pertama di tahun 2021 permintaan ekspor mengalami lonjakan yang signifikan terutama dari Amerika Serikat," kata Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur melalui keterangan resminya di Jakarta (3/8/2021).

Dijelaskan Sobur, naiknya permintaan dari Amerika Serikat (AS) merupakan pengaruh positif dari kebijakan stimulus fiskal yang signifikan di AS.

Menurutnya, langkah pemerintah AS ini meningkatkan pendapatan rumah tangga dan mendukung pengeluaran yang berkelanjutan untuk semua barang, termasuk impor.

"Selain itu, adanya dampak perang dagang AS-China, memaksa Amerika melakukan shifting order ke negara di luar Tiongkok antara lain Vietnam, Meksiko, Kanada, Malaysia, Taiwan dan Indonesia," terangnya.

AS masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan berkontribusi sebesar 50,2 persen diikuti oleh Jepang, Belanda dan Jerman yakni 7,4 persen, 5,3 persen dan 4,3 persen. Sementara Belgia, Australia, dan Inggris berkontribusi sebesar 3,9 persen, 3,6 persen dan 3,3 persen.

Begitu juga dengan ekspor kerajinan, AS masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan menyumbang 44,4 persen dari total ekspor produk kerajinan, diikuti oleh Malaysia 12,6 persen, Jepang 7,8 persen dan Belanda 3,7 persen.