Pontianak – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak berhasil meraih pokok lelang sampai 3000 persen dari pelaksanaan Lelang Rotan Jenis Sega yang dilaksanakan hari Jumat (7/5). Lelang yang dilakukan tanpa kehadiran peserta (e-auction) dengan penawaran terbuka (open bidding) itu merupakan lelang eksekusi barang sitaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Barat (Kanwil DJBC Kalbar).

Berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Pontianak Nomor 351/Pen.Pid/2021/PN.Ptk, Rotan jenis sega tersebut merupakan barang bukti dalam perkara tindak pidana Kepabeanan yaitu melanggar pasal 102A huruf (a) dan/atau pasal 102A huruf (e) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Rupanya saat pelaksanaan lelang, Rotan yang kulitnya halus dan berkilap itu banyak peminatnya. Dalam waktu 2 (dua) jam saja, penawaran Rotan jenis sega dengan berat ±190.163 Kg yang dijual secara paket 1 (satu) kesatuan itu melonjak dari harga limit Rp95.081.500,00 hingga mencapai Rp2.990.081.500,00 atau naik sebesar 3.000 persen. Pemenang melakukan pelunasan lelang pada hari ini, tanggal 10 Mei 2021. Seperti diketahui, sesuai ketentuan diberikan waktu 5 (lima) hari kerja sejak ditetapkan sebagai pemenang lelang untuk melakukan pelunasan. “Alhamdulillah bisa meraih hasil sebesar ini, lelang rotan seperti ini memang terbilang unik karena jarang ada lelang rotan, namun ternyata banyak peminatanya sehingga tembus hingga 3000 persen dari nilai limit”, ujar Juana selaku Pejabat Lelang.

Pada kesempatan itu pula, Ferry Hidayat, Kepala Seksi Pelayanan Lelang KPKNL Pontianak menyampaikan bahwa pelaksanaan lelang ini, selain untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga merupakan bentuk sinergi KPKNL Pontianak dengan Kanwil DJBC Kalbar.

Disamping itu, Ferry menjelaskan tentang peran lelang dalam perekonomian nasional. “Menjual barang rampasan dan sitaan seperti saat ini berarti kita membantu memulihkan keuangan Negara, peran lainnya juga membantu penyelesaian Non Performing Loan dengan pencairan agunan melalui lelang. Dan yang terakhir, lelang dapat membantu menggerakan roda perekonomian karena lelang dapat meningkatkan potensi nilai barang dan membuka lapangan kerja” tuturnya.

Beberapa keunggulan lelang yang harus diketahui masyarakat diantaranya adalah lelang itu MUDAH. Mudah diakses, mudah dalam pencarian objek dan mudah dalam bertransaksi. Lelang itu OBJEKTIF karena didahului pengumuman, transparan dan sesuai sesuai kondisi. Lelang itu AMAN karena dilaksanakan di hadapan Pejabat Publik, menerbitkan Risalah Lelang yang merupakan akta otentik dan mempunyai kekuatan pembuktian sempurna, Penjual/Peserta lelang juga terverifikasi dan aplikasi lelang.go.id sebagai wadah untuk melaksanakan lelang sudah security testing oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Lelang dalam perkembangannya sudah dirancang sedemikian rupa dan dibenahi untuk memudahkan dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang ikut berperan. Harapannya, masyarakat dapat lebih memanfaatkan lelang sebagai sarana jual beli yang terpercaya.

(Tim HI KPKNL Pontianak)