Pontianak (ANTARA) - Tim Direktorat Penindakan dan Penyidakan kantor pusat bersama Kantor WIlayaha Direktorat Jendar Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kanwil DJBC Kalbagbar) gagalkan penyelundupan atau ekspor 100 ton rotan ilegal yang di angkut menggunakan kapal layar motor buana utama di perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat.

"Digagalkannya upaya penyelundupan 100 ton rotan ini, saat tim kami patroli rutin dan dari hasil pemeriksaan angkutan rotan itu tanpa di lengkapi dokumen dan angkutan itu tidak ada dalam daftar muatan kapal tersebut," kata kepala seksi bimbingan kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Dirjen Bea dan Cukai Kalimantan bagian Barat Ferdian Ginting di Pontianak, Jumat.

dia menjelaskan dari hasil pemeriksaan 100 ton rotan itu akan di selundupkan ke Malaysia melalui jalur laut dari Kalbar ke negara tetangga itu.

"Rotan Sebanyak 100 Ton itu dikemas dalam ribuan 'bundle' itu berasal dari perairan sampit. Dan rencananya akan di selundupkan ke Serike, Malaysia," Ungkapnya

bersarakan Permen RI Nomor 44/M-DAG/PER/7/2012 tanggal 18 Juli tentang Barang Dilarang Ekspor, Rotan dalam bentuk utuh, rotan setengah jadi, hati rotan dan kulit rotan dan rotan yang tidak dalam bentuk utuk merupakan barang bidang kehutanan yang dilarang ekspornya.

sanksi hukum atas pelaku tindak pidana tersebut diatur pada pasal 102A huruf (a) dan atau pasal 103 (e) UU No.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, yaitu setiap orang yang mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean dengan ancaman kurungan penjara minimal satu tahun dan maksimal 10 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

"saat ini barang bukti 100 ton rotan itu disita dan dititipkan di gudang penyimpanan barang bukti milik kanmwil DJBC Kalbagbar) untuk proses hukum selanjutnya," Kata Ginting.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan jika melihat ada aktivitas ilegal maupun yang mencurigakan agar bisa di cegah maupun diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.