Kontan.co.id, Jakarta – PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) menyebut penjualan ekspor ke Amerika Serikat (AS) mulai lancar di awal kuartal II 2020 dari yang sebelumnya agak seret di tiga bulan pertama tahun ini. 

Corporate Secretary & Head of Investor Relation Integra Indocabinet Wendy Chandra mengatakan, Integra Indocabinet mengekspor produk furnitur dari Pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Priok ke pelabuhan Amerika Serikat (AS).

Di sepanjang kuartal I 2020 Integra Indocabinet merasakan sedikit hambatan ekspor furniture ke AS karena ada beberapa pelabuhan di sana yang tutup. "Namun, memasuki kuartal II 2020, kami melihat hambatan itu mulai berkurang," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (12/5).

Meski ada sedikit hambatan, Integra Indocabinet tidak mengemban beban logisik berlebih karena mereka menggunakan skema pengiriman Free on Board (FOB). Artinya, biaya logistik eksportir hanya sampai ke atas kapal. Adapun ongkos atau biaya kapal ditanggung pembeli.

Di tengah wabah corona ini, Integra Indocabinet memang sedang mengkaji ulang rencana bisnis dan target mereka di sepanjang tahun ini. Meski demikian, Wendy mengatakan, bisnis ekspor Integra masih tetap berjalan dan masih percaya diri jualan  produk building component, yakni Millwork ke AS.

Menurutnya, Negeri Paman Sam sebagai pasar yang sangat potensial karena ada ceruk pasar yang bisa dimanfaatkan. Hubungan China dan AS yang masih tegang akibat perang dagang membuat pasar AS lagi kekurangan stok barang karena impor dari China berkurang.

Adapun produk Millwork dari China dan Brasil yang diekspor ke AS saat ini sedang dalam proses investigasi untuk penerapan antidumping duty dan countervailing duty sehingga pembeli banyak yang beralih dari kedua negara tersebut ke Indonesia. 

Selain segmen manufaktur, Wendy mengungkapkan, wabah corona juga menyebabkan bisnis ritel Integra melambat. "Namun perlu di ingat, kontribusi bisnis ritel ke total revenue kami sangat kecil," kata Wendy.*