INDUSTRY co.id – Jakarta, Pandemi COVID-19 menyebabkan perlambatan perdagangan di seluruh dunia. Namun demikian, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan Kementerian Perdagangan berkomitmen terus mendukung para eksportir nasional meningkatkan kinerjanya, termasuk ke Jerman.

“Meningkatkan kinerja ekspor masih terus menjadi fokus Kementerian Perdagangan di samping tetap menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok dan harga bapok dapat stabil di Indonesia,” tegas Mendag Agus Suparmanto.

Sejalan dengan hal tersebut, Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan, juga meminta seluruh perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri selalu siap memfasilitasi pelaku usaha Indonesia untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada di tengah kondisi pandemi ini.

“Dalam memperluas pasar kita di Jerman, Atase Perdagangan Berlin di Jerman telah memfasilitasi keikutsertaan pelaku usaha Indonesia dalam beberapa pameran dagang internasional pada masa sebelum pandemi, yaitu Januari—Februari 2020. Dalam pameran tersebut, permintaan produk asal Indonesia cukup tinggi dari beberapa buyer baru. Sayangny,a tindak lanjut dari permintaan ini menjadi sedikit lamban karena pandemi ini,” ujar Kasan melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id Kamis malam (7/5).

Kasan melanjutkan, beberapa pameran yang telah diikuti di Jerman yaitu pameran buah segar Fruit Logistica di Berlin, Pameran Produk Organik Biofach di Nuremberg, Pameran Ambiente di Frankfurt, dan Pameran Furnitur Dalam Ruang Imm Cologne di Köln. Sejak adanya pandemi COVID-19, berbagai permintaan buyer pada pameran tersebut hanya terealisasi sebagian kecil.

“Walaupun demikian, kami percaya, begitu kondisi normal potensi ekspor tersebut akan tetap ada bahkan meningkat dibandingkan saat ini. Oleh karena itu, kami terus meminta Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) terus memantau perkembangan potensi ekspor tersebut. Sementara itu, para eksportir harus mengantisipasi dan mempersiapkan diri begitu kondisi ekonomi negara tujuan ekspor tersebut kembali normal,” ujar Kasan.

Salah satu kontrak pembelian furnitur dan kerajinan rotan yang diperoleh melalui keikutsertaan pameran adalah antara produsen binaan Urang Furnitur asal Cirebon dengan pedagang furnitur di Düren–North Rhein Westfallen senilai EUR 22 ribu. Transaksi ini tercatat cukup menggembirakan bagi eksportir walaupun cukup kecil, mengingat ini merupakan trial order dan pengalaman pertama bagi eksportir yang mengikuti pameran tersebut.

Hal serupa juga terjadi pada produsen kerajinan yang mendapatkan buyer pada Pameran Ambiente. Perayaan Paskah yang terjadi di tengah pandemi mengakibatkan toko yang menjual ornamen Paskah membatalkan pesanan hingga masa pemulihan ekonomi pascapandemi.

Sementara untuk Pameran Biofach di Nuremburg, selain mendapatkan buyer Jerman, peserta pameran juga mendapatkan order dari buyer luar Jerman, seperti dari negara Uni Eropa lain, Asia Tengah, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Rusia.

“Para peserta pameran sebagian besar pernah mengikuti pameran dagang internasional di luar negeri, termasuk pameran di Jerman. Sebagian besar sudah memiliki pembeli dari berbagai negara yang juga mengunjungi pameran di Jerman tersebut. Diharapkan, usai pandemi ini berlalu, kinerja ekspor para pelaku usaha kita ke Jerman yang terhambat dapat segera ditindaklanjuti dan kembali normal,” tegas Kasan.*