Surabaya, 12 Februari 2015 – Dalam rangka meningkatkan ekspor produk mebel dan kerajinan Indonesia sebesar 300% dalam lima tahun mendatang atau 20% per tahun sesuai dengan arahan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, AMKRI akan mengadakan acarabusiness gatheringdengan para buyer dari mancanegara, seperti dari Eropa, Amerika, Jepang, Rusia dan lain lain. Acara ini dilakukan pada Kamis, 12 Februari 2015 jam 19.00 – 21.00 WIB di Hotel Shangrila Surabaya.

Tujuan diselenggarakannya acara tersebut adalah untuk mengajak/menghimbau kepada para buyer yang selama ini melakukan pembelian mebel dan kerajinan dari Indonesia untuk dapat meningkatkan volume dan value-nya, dasar pertimbangan itu digagas mengingat Indonesia mempunyai potensi untuk dapat memenuhi kebutuhan ekspor mebel bagi pasar global yang cukup besar yaitu sekitar 124 milyar USD, Sehingga diharapkan para buyer dari mancanegara ini dapat meningkatkan pembelian kepada Indonesia dan secara perlahan mengurangi  pembelian produk mebelnya dari China maupun Vietnam yang merupakan negara kompetitor utama Indonesia.

Kepada para buyer, kami akan menegaskan bahwa industri mebel dan kerajinan nasional merupakan produk ramah lingkungan dan produk yang memiliki keunikan tersendiri yang dihasilkan oleh tangan-tangan trampil. Industri ini adalah industri padat karya dan berbasis kepada komoditas unggulan lokal. Kami juga akan mengingatkan kembali kepada para buyer, khususnya dari Eropa dan Amerika mengenai keunggulan produk mebel berbahan rotan bahwa produk ini pernah menjadi produk mewah dan icon di kawasan Eropa dimana masyarakat kelas menengah atas di Eropa cenderung mengisi rumahnya dengan furniture dan mebeler berbahan natural rotan.

Produk mebel dan kerajinan Indonesia memiliki ciri khas yang sangat menonjol yaitu terdapat perpaduan antara bahan ramah lingkungan, keanekaragaman budaya, ketrampilan  yang mumpuni, serta inovasi desain yang relatif maju sehingga tercipta produk Indonesia yang unik, inovatif, berkualitas dan standar internasional. Hal tersebut yang membuat produk Indonesia selalu menjadi produk berbeda dari produk dari negara-negara kompetitor lain.

Negara tujuan ekspor utama mebel dan kerajinan Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, Australia, Belgia, Korea Selatan, dan Taiwan.Pada periode bulan Januari hingga bulan Desember 2013 nilainya mencapai USD 1,82 milyar. Sedangkan nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada periode bulan Januari hingga bulan November 2014 mencapai USD 1,63 milyar dan untuk Kerajinan mencapai 650 juta USD dengan negara tujuan ekspor utama Amerika Serikat, Jepang, Hong Kong,  Inggris, Jerman, Belanda, Korea Selatan, Australia, Perancis, dan Singapura.

Penyelenggaraan acara business gathering dengan para buyer dari mancanegara ini merupakan salah satu langkah AMKRI dengan dukungan penuh dari Kementerian Perdaganag serta para sponsor terkait. Acara ini merupakan rangkaian dari agenda besar yaitu penyelenggaraan pameran bertaraf internasional IFEX (Indonesia International Furniture Expo) ke-2 yang akan diselenggarakan pada 12-15 Maret 2015 JIEXpo Kemayoran Jakarta.

Industri mebel dan kerajinan adalah industri unggulan masa depan bagi Indonesia karena memiliki potensi pengembangan yang sangat besar dan terjadi tren pertumbuhan, baik dari sisi bahan baku, sumber daya manusia maupun serapan pasarnya. Disebut industri masa depan karena sub sektor industri ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, lebih dari 500. 000 tenaga kerja langsung. Jumlah tersebut belum termasuk tenaga kerja  yang terserap di kelompok usaha kecil dan menengah, yang terdiri dari tenaga kerja subkon (outsourcing), tenaga kerja rumahan.

Angka itu pun belum termasuk tenaga kerja tidak langsung yang terserap di sektorsupporting industry, jasa logistik, pengemasan, dan pemasaran di berbagai outlet lokal maupun dunia, yang keseluruhannya mencapai 2,1 juta orang. Dengan demikian, sektor industri mebel dan  kerajinan nasional merupakan bantalan ekonomi yang kuat karena bisa menjadi salah satu jalan keluar negara dalam penyerapan tenaga kerja sekaligus sebagai salah satu penyumbang devisa yang dapat mengurangi krisis defisit anggaran akibat beban belanja impor sektor migas.

AMKRI telah bertekad untuk dapat memajukan industri mebel dan kerajinan nasional agar   tampil di pentas regional dengan target menjadi yang terdepan dan terbesar. Demikian pula di tingkat internasional sebagai negara pengekspor mebel dan kerajinan dengan target menjadi 5 besar dunia, sehingga dapat memberi kontribusi yang signifikan pada peningkatan perekonomian Indonesia.

Untuk itu, AMKRI telah bermitra dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan seluruh stakeholder yang terdiri dari pemerintah, para pelaku industri mebel skala besar, menengah dan kecil, para pelaku industri kerajinan nasional, para desainer, lembaga-lembaga dunia yang concern pada industri mebel dan kerajinan, media, organisasi kemasyarakatan, institusi desain serta institusi terkait. Adanya upaya dari berbagai pihak untuk membenahi dan memperbaiki kinerja dan kondisi di sektor industri mebel dan kerajinan nasional agar menjadi kondusif, sangat diperlukan guna mempercepat pertumbuhan industri yang optimal saat ini dan di masa yang akan datang. maulana s jaelani