Jepara, Radar Kudus – Puluhan bus dari Jakarta di-screening tiba di Jepara (22 Maret). Bus-bus itu, mengangkut pekerja yang bekerja di perusahaan mebel di Ibu Kota dan sekitarnya pulang kampung karena perusahaan tempatnya kerja terpaksa libur. Setibanya di Kota Ukir, Satgas Covid-19 Jepara menyemprotkan disinfektan ke kendaraan dan mengecek suhu penumpang. Screening ditempatkan di posko khusus di Mayong Square dan Terminal Welahan.

Sejak jam 14.00 tanggal 22 Maret, bus mulai sampai di Jepara. Petugas kemudian menyemprotkan disinfektan di bagian luar. Penumpang kemudian turun dan dicek suhu tubuhnya satu per satu. Selama pengecekan suhu, petugas lain menyemprotkan disinfektan di dalam bus.

Salah satu penumpang, Sigit mengatakan, di Jakarta sebagian kantor dan perusahaan menerapkan kerja di rumah. Sementara di sektor mebel yang didominasi pekerja asal Jepara mengalami penurunan produksi. Sebab, banyak pembeli yang menunda pesanan. Sehingga banyak warga Bumi Kartini yang memutuskan pulang ke kampung halaman. ”Pulang dulu menunggu situasi aman, baru balik ke Jakarta. Yang penting tidak panik, tetap tenang," katanya.

Sementara itu, pekerja mebel lainnya di Cileduk, Aris juga memilih pulang. Ia mengantisipasi agar tak terkena virus Covid-19. Sebab, di daerah tempat tinggalnya ada warga yang sudah dikarantina. Jaraknya sekitar satu kilometer dari tempat ia bekerja. ”Ada kabar warga yang diisolasi, pilih pulang saja. Orderan juga sepi," ujar pekerja mebel itu.

Tercatat 25 bus sampai di Jepara kemarin. Disusul pada dini hari 44 bus. Hingga pukul 16.00, 20 dan dua travel asal Solo telah diperiksa. Bus dan travel itu, mengangkut 287 penumpang. Belum ada yang terindikasi Covid-19. Terlihat dari deteksi suhu tubuh masih di bawah 38 derajat celcius.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara Deni Hendarko selaku koordinator lapangan posko menyampaikan, pihaknya sudah menyampaikan kepada pengusaha bus agar armada bus sebelum masuk Jepara singgah dulu ke posko. Selain bus, kendaraan travel juga menjadi sasaran pemeriksaan. ”Baik yang lewat Welahan maupun Kudus," ujarnya. (qih)