Jakarta ,Klikanggaran.com – Presiden Joko Widodo meminta agar anggaran perjalanan dinas para pejabat dialihkan untuk mendorong perekonomian masyarakat kecil yang merosot akibat virus corona (covid-19). Dia menginginkan anggaran itu lebih dimanfaatkan untuk membantu perekonomian para buruh, petani, nelayan, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal ink disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas bersama para menterinya melalui teleconference di Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Senin (16-3) kemarin. Rapat itu membahas percepatan ekonomi menghadapi tekanan virus Corona.

“Anggaran-anggaran yang berkaitan dengan paket-paket perjalanan dinas, meeting-meeting, pertemuan-pertemuan yang tidak perlu agar ditahan lebih dahulu, di-hold terlebih dahulu,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan saat ini Indonesia tengah menghadapi situasi tak biasa yakni wabah virus corona. Sehingga, dia menilai wajar ada tindakan berbeda termasuk soal penggunaan anggaran. “Oleh sebab itu, yang paling penting menteri harus berani meng-hold anggaran-anggaran dari program-program yang ada, menekan dari program-program yang ada,” jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku telah meminta Menteri Keuangan, Sri Mulyani, untuk membekukan anggaran kementerian dan lembaga yang dinilai tidak penting. Jumlahnya mencapai Rp40 triliun. “Ini ada kurang lebih Rp40-an triliun yang bisa segera dialihkan dengan program-program yang berkaitan langsung dengan konsumsi masyarakat, dengan daya beli masyarakat,” kata Jokowi.*