Kontan.co.id, Jakarta – Sejumlah pemain industri di sektor kayu khususnya produsen furnitur kompak menggunakan dana simpanan dari dampak kebijakan fiskal pengurangan PPH pasal 25  untuk modal kerja. Sebut saja emiten kayu dan furniture tersebut adalah PT. Integra Indocabinet Tbk (WOOD) dan PT. Chitose Internasional Tbk. (CINT).

Corporate Secretary & Head Of Investor Relation Integra Indocabinet Wendy Chandra menyatakan untuk kebijakan stimulus tersebut tentu dapat membantu likuiditas perseroan. "Untuk stimulus PPH pasal 21 lebih menguntungkan dan berdampak ke karyawan," jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (13/3).

Wendy lebih fokus melihat dampak dari stimulus kebijakan fiskal pengurangan Pph pasal 25 sebesar 30% selama 6 bulan. Adanya kebijakan ini akan berdampak pada perusahaan berorientasi ekspor, layaknya WOOD.

Wendy berharap adanya kebijakan ini, operating cash flow bisa lebih baik. Meski demikian dampak ke operasional masih akan dihitung lebih lanjut, mengingat keputusan insentif kebijakan ini baru diumumkan tempo hari. Namun, WOOD sudah merencanakan kas tersebut  akan dialokasikan ke modal kerja.

Adapun sudah ditetapkannya kebijakan fiskal untuk industri manufaktur dalam menghalau dampak Covid-19, WOOD belum mengubah rencana bisnis yang sudah diramu di awal tahun. Wendy hanya menegaskan bahwa ekspansi pabrik sudah dilakukan pada tahun lalu. "Jadi tahun ini kami akan menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan pasar," kata Wendy.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Perusahaan CINT Helina menjelaskan mengenai penangguhan PPh 21, Chitose masih menunggu Juknis atau PMK-nya. "Jika ini efektif diberlakukan buat perusahaan tidak ada efeknya, karena PPh Pasal 21 karyawan ditanggung oleh karyawan yang bersangkutan," jelasnya.

Jadi menurut Helina efeknya adalah bagi karyawan itu sendiri yang dapat penambahan income sehingga diharapkan bisa meningkatkan daya beli dan menggulirkan ekonomi lebih signifikan.

Adapun merujuk pada pengurangan PPh Pasal 25,  Helina mengatakan tentunya berdampak buat perusahaan dan akan berdampak 30% up cashflow. Kas lebih yang bisa disimpan CINT dikatakan Helina akan dialokasikan untuk operasional dalam meningkatkan modal kerja. Adapun karena kebijakan baru berlaku tempo hari, Helina belum bisa blak-blakan soal ekspansi CINT selanjutnya.*