Jepara – Arena IFEX (Internasional Ferniture Exibition) 2015 yang akan berlangsung 12-15 Maret di Jakarta, akan menyediakan stand khusus bagi Jawa Tengah. Pameran produk ferniture dan kerajinan tersebut, membuka paviliun khusus yang diberi nama Paviliun Jawa Tengah. Pavilun Jawa Tengah akan menempati Hall C yang akan diisi oleh sekitar 60-an perusahaan asal Jawa Tengah.

Vice General Manager UBM (United Bussines Media)-Event Organizer yang menyelenggarakan IFEX-, Sae Tanangga Karim, menyatakan, Paviliun Jateng merupakan inisiatif Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dalam pameran ini Pemerintah Propinsi Jawa Tengah memberikan fasilitas untuk menjadikan Hall C sebagai tempat eksklusif bagi dunia usaha di Jawa Tengah memamerkan produk-produknya.

“Di Paviliun ini, nantinya tidak hanya dibuka stand bagi produk-produk mebel dan kerajinan. Namun juga akan ada stand kuliner, pentas budaya dan beberapa lainnya yang menyangkut Jawa Tengah. Ini memang merupakan hall eksklusif yang dibuka di arena IFEX 2015 nanti,”ujar Tanangga Karim, di Jepara.

Persiapan IFEX 2015 sendiri saat ini sudah memasuki tahap akhir sebelum pelaksanaan. Pihaknya sudah mulai menggelar tehnical meeting di beberapa daerah. Sampai saat ini sudah ada 430 perusahaan se-Indonesia yang menyatakan ikut ambil bagian. Sementara dari luar negeri sudah ada 27 perusahaan, diantaranya dari AS, Malaysia, Belgia, China dan Taiwan. Dari jumlah ini dipastikan sudah mengisi sekitar 95% area yang disediakan.

Sedangkan untuk buyers yang sudah up-date untuk hadir dalam pameran yang rencananya akan dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo ini mencapai 1057 orang. Mereka berasal dari AS, Australia, India, China dan beberapa negara Eropa. Jumlah ini kemungkinan masih bisa bertambah, karena pelaksanaan IFEX 2015 baru akan digelar pada Maret mendatang. Pameran ini nantinya ditargetkan bisa menciptakan transaksi on the stage senilai 300 Juta US $. Sedangkan secara keseluruhan (termasuk transaksi setelah pameran berlangsung), nilai transaksi ditargetkan bisa mencapai angka 900-1 Miliar US $.

Ketua DPD AMKRI (Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia) Jepara, Andang Wahyu Tri menyatakan sudah ada 30 perusahaan asal Jepara yang dipastikan ikut pameran ini. Keikutsertaan pengusaha ini bersifat mandiri, diluar program Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, yang memberikan fasilitas di Paviliun Jawa Tengah. Pihaknya optimis, akan ada manfaat yang bisa diambil oleh para pengusaha dalam IFEX 2015 ini.

“Kami semakin intens melakukan kordinasi menjelang pameran ini dibuka. Sejauh ini sudah ada 30 perusahaan yang siap mengikuti pameran ini. Persiapan sudah semakin mendekati final,” ujar Andang Wahyu Tri, secara terpisah.*