Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 200 hektare (ha) di Brebes, Jawa Tengah, untuk membangun klaster industri mebel.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam pertemuan dengan pengurus DPP Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) di Jakarta, baru-baru ini. Dalam pertemuan itu, DPP HIMKI melaporkan program kegiatan tahun 2020 dalam mempercepat pengembangan industri mebel dan kerajinan nasional, serta kendala-kendala yang dihadapi. Di antaranya, masalah regulasi, sistem pengupahan tenaga kerja, dan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK).

Menanggapi laporan tersebut, Bahlil meminta HIMKI untuk melaporkan secara tertulis tentang apa saja yang tengah dihadapi. Khusus untuk pengembangan klaster, pihaknya akan menyediakan lahan seluas 200 ha di Brebes, dan HIMKI diminta mengecek di lapanagan.

Untuk usulan penghapusan SVLK di industri hilir, Bahlil menyatakan BKPM akan berperan aktif. Namun, dia meminta HIMKI mengadakan forum yang membahas SVLK dan Bahlil menyatakan siap menjadi narasumber.

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan, melalui omnibus law akan menghapus peraturan yang membebani industri. Untuk itu, Bahlil meminta kepada HIMKI untuk memanggll kembali para investor industri furnitur yang hengkang ke Vietnam untuk kembali ke Indonesia. ”Semua perizinan akan menjadi satu pintu di BKPM sehingga memudahkan para pengusaha,” ungkap Bahlil. suaramerdeka.com