Kumparan.com – Pengusaha furnitur dan kerajinan yang tergabung dalam Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menargetkan ekspor produk furnitur tahun ini bisa mencapai USD 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun (kurs Rp 14.00). Target ekspor tahun ini lebih tinggi dibanding realisasi ekspor pada tahun lalu sekitar USD 1,7 miliar.

"Kita targetkan pada tahun ini bisa sampai USD 2 miliar," kata Sekretaris Jenderal HIMKI, Abdul Sobur saat ditemui di Ho Chi Minh, Vietnam, Rabu (27/11/2019).

Berdasarkan laporan HIMKI, kinerja ekspor furnitur mencatatkan pertumbuhan positif selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2016, realisasi ekspor furnitur sekitar USD 1,6 miliar hingga pada tahun 2018 naik menjadi USD 1,7 miliar.

Sobur mengakui jika pertumbuhan ekspor furnitur Indonesia masih jauh dibanding negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam. Malaysia saja mampu mencatatkan realisasi ekspor furnitur pada tahun lalu mencapai USD 2,4 miliar.

"Kita sampai saat ini USD 2 miliar aja belum pernah. Padahal Pak Jokowi kan menargetkan industri ini bisa mencapai USD 5 miliar," katanya.

Ia pun optimistis pada tahun ini pihaknya mampu mencapai target. Hal ini dilihat dari tren transaksi ekspor dunia yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Pada tahun lalu nilai transaksi ekspor mebel dunia USD 140 miliar, atau naik dibanding periode sama pada tahun sebelumya USD 138 miliar. "Kita optimis bisa capai target," lanjutnya. Abdul Latif