Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia
Indonesian Furniture and Craft Industry Association
01 December 2017

Ekspor Log dan Bahan Baku Rotan Matikan Industri Mebel Kerajinan Nasional

Jakarta— Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) meminta kepada pemerintah untuk tidak menindaklanjuti dan menghapus wacana dibukanya ekspor bahan baku kayu gelondongan (log) dan bahan baku rotan.

"Dengan dibukanya kran eskpor tersebut berpotensi menggerus permintaan eskpor mebel dan kerajinan sekaligus merusak iklim industri dalam negeri," ujar Ketua Umum HIMKI, Ir. Soenoto saat konferensi pers di Jakarta, akhir November yang lalu.

Sejak muncul wacana dibuka kembali kran ekspor log dan bahan baku rotan, sentimen negatif pada industri mebel dan kerajinan mulai bermunculan. "Negara sasaran ekspor dari Indonesia mulai meragukan stabilitas produksi mebel dan kerajinan domestik, sehingga mulai memikirkan untuk beralih ke negara kompetitor," terangnya.

Menurut Soenoto, industri mebel dan kerajinan membutuhkan jaminan pasokan bahan baku dalam jangka panjang dan lestari. Hal tersebut dalam rangka pengembangan industri mebel dan kerajinan Indonesia serta meningkatkan ekspor mebel dan kerajinan Indonesia sebesar US$ 5 miliar per tahun dalam empat tahun mendatang.

Sementara itu, Sekjen HIMKI, Abdul Sobur mengatakan, persaingan pasar mebel domestik sangat ketat. Industri harus bersaing dengan mebel impor. Bahkan, saat ini mebel impor sudah menguasai pasar domestik.

"Persaingan pasar mebel domestik sangat ketat, perkembangan usaha di dalam negeri kurang maksimal karena serbuan produk impor. Saat ini, barang impor sudah menguasai 55 persen pasar domestik" ungkap Sobur.

Lebih lanjut, Sobur menjelaskan, pelaku usaha mebel lokal masih kesulitan mengembangkan usaha karena sejumlah kendala, seperti bunga bank yang terlampau tinggi dan minimnya infrastruktur. Selain itu, pelaku usaha juga kesulitan mengakses bahan baku dan kurang mendapatkan dukungan dana untuk mengikuti pameran, serta mengembangkan kualitas desain.

"Kami berharap pemerintah bisa membuat regulasi-regulasi yang tidak memberatkan para pelaku industri kalau tidak mau industri kita mati," tutupnya. industry.co.id

 

Jakarta— Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) meminta kepada pemerintah untuk tidak menindaklanjuti dan menghapus wacana dibukanya ekspor bahan baku kayu gelondongan (log) dan bahan baku rotan.

"Dengan dibukanya kran eskpor tersebut berpotensi menggerus permintaan eskpor mebel dan kerajinan sekaligus merusak iklim industri dalam negeri," ujar Ketua Umum HIMKI, Ir. Soenoto saat konferensi pers di Jakarta, akhir November yang lalu.

Sejak muncul wacana dibuka kembali kran ekspor log dan bahan baku rotan, sentimen negatif pada industri mebel dan kerajinan mulai bermunculan. "Negara sasaran ekspor dari Indonesia mulai meragukan stabilitas produksi mebel dan kerajinan domestik, sehingga mulai memikirkan untuk beralih ke negara kompetitor," terangnya.

Menurut Soenoto, industri mebel dan kerajinan membutuhkan jaminan pasokan bahan baku dalam jangka panjang dan lestari. Hal tersebut dalam rangka pengembangan industri mebel dan kerajinan Indonesia serta meningkatkan ekspor mebel dan kerajinan Indonesia sebesar US$ 5 miliar per tahun dalam empat tahun mendatang.

Sementara itu, Sekjen HIMKI, Abdul Sobur mengatakan, persaingan pasar mebel domestik sangat ketat. Industri harus bersaing dengan mebel impor. Bahkan, saat ini mebel impor sudah menguasai pasar domestik.

"Persaingan pasar mebel domestik sangat ketat, perkembangan usaha di dalam negeri kurang maksimal karena serbuan produk impor. Saat ini, barang impor sudah menguasai 55 persen pasar domestik" ungkap Sobur.

Lebih lanjut, Sobur menjelaskan, pelaku usaha mebel lokal masih kesulitan mengembangkan usaha karena sejumlah kendala, seperti bunga bank yang terlampau tinggi dan minimnya infrastruktur. Selain itu, pelaku usaha juga kesulitan mengakses bahan baku dan kurang mendapatkan dukungan dana untuk mengikuti pameran, serta mengembangkan kualitas desain.

"Kami berharap pemerintah bisa membuat regulasi-regulasi yang tidak memberatkan para pelaku industri kalau tidak mau industri kita mati," tutupnya. industry.co.id

Berita Terkait:

http://m.bisnis.com/industri/read/20171128/257/713600/industri-mebel-patok-target-penjualan-us5-miliar-pada-2019

http://m.bisnis.com/industri/read/20171128/257/713586/pabrikan-mebel-tolak-rencana-ekspor-kayu-gelondongan

http://m.bisnis.com/industri/read/20171128/257/713607/ini-dia-yang-bikin-investor-mebel-mundur-teratur

http://agroindonesia.co.id/2017/11/didesak-buka-ekspor-log-mendag-diminta-cermat/

http://beritabuana.co/2017/11/28/himki-meminta-pemerintah-tidak-melanjutkan-dan-menghapus-wacana-dibukanya-ekspor-kayu-gelondongan-dan-rotan/