Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia
Indonesian Furniture and Craft Industry Association
15 November 2017

Rapat Pimpinan Nasional Ke-3 HIMKI di Jakarta

Dalam rangka evaluasi program kerja HIMKI dan meningkatkan semangat kebersamaan dalam membangun organisasi untuk memajukan industri mebel dan kerajinan di Indonesia sesuai dengan visi, misi dan tujuan organisasi, HIMKI menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang ketiga pada 14 November 2017 di Hotel Swiss Belinn Kemayoran,Komplek Spring Hills Jl. Benyamin Suaeb Blok D6, Jakarta.

Rapimnas ketiga mengambil tema “Penguatan Organisasi untuk Membangun Soliditas dan Peningkatan Daya Saing”. Agenda Rapimnas adalah: Pengantar dan Pengarahan oleh Ketua Umum HIMKI, Laporan Perkembangan Industri Mebel dan Kerajinan Kwartal 3 Tahun 2017, Pandangan dari Dewan Pembina dan Dewan Penasehat HIMKI, Laporan Para Wakil Ketua Umum, Laporan DPD-DPD HIMKI dan tanggapan dan masukan dari peserta Rapimnas.

Dari paparan dan laporan peserta Rapimnas ditegaskan bahwa sektor industri mebel dan kerajinan nasional merupakan salah satu pilar kekuatan ekonomi nasional, mengingat Indonesia memiliki bahan baku bagi industri mebel dan kerajinan yang cukup melimpah.  Di sisi lain industri mebel dan kerajinan Indonesia juga mampu menghasilkan devisa dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar. Namun dalam kenyataannya untuk mengembangkan industri ini cukup sulit dan banyak mengalami berbagai kendala.

Sejak HIMKI dibentuk banyak yang sudah diperjuangkan oleh organisasi dalam mewujudkan industri ini menjadi maju dan berkembang, namun usaha itu belum berhasil maksimal sesuai yang kita harapkan bersama sehingga untuk mencapai tujuan tersebut kita perlu bekerja lebih keras.

Sebagai pelaku usaha yang mempunyai kepedulian yang sangat tinggi terhadap keberadaan dan keberlangsungan industri mebel dan kerajinan Indonesia, pengurus HIMKI bersama denganpara anggota tidak dapat menutup mata dan telinga terhadap berbagai hal yang bukan saja berdampak langsung pada usaha kita masing-masing pada khususnya, tetapi terlebih lagi adalah pada industri ini secara keseluruhan. maulana s jaelani