Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia
Indonesian Furniture and Craft Industry Association
09 October 2017

Muhammad Alfatha Meraih Platinum Prize pada Lomba Desan Furniture IFDA 2017

Muhammad Alfatha Meraih Platinum Prize pada Lomba Desan Furniture IFDA 2017

Muhammad Alfatha K dengan karyanya Reka Living Set berhasil meraih Platinum Prize pada Lomba Desan Furniture IFDA (Indonesia Furniture Design Award) 2017. Penjurian tahap dua atau final dan pengumuman bagi para pemenang dilaksakan di Ruang Rajawali Gedung Kementerian Perindustrian Jakarta pada Kamis, 5 Oktober 2017. Dalam presentasinya, Alfatha mampu meyakinkan dewan juri bahwa karyanya merupakan karya terbaik.

Keikutsertaan Alfatha dalam lomba desain ini tentu tidak lepas dari keyakinannya bahwa industri mebel masih memiliki prospek yang bagus dan masih mempunyai kemungkinan untuk bangkit lagi. Baginya, lomba desain IFDA merupakan salah satu trigger/pemicu tumbuh dan munculnya bibit-bibit muda yang interest terhadap industri mebel dan kerajinan.

Selain Alfatha, tiga finalis mendapat penghargaan dengan kategori masing-masing. Penghargaan Gold Prize diraih Kadila (Boboko Chair), Silver Prize dimenangkan oleh Muhammad Bakrie Baharuddin (Boomerang Chair) dan The Most Creative oleh Muhammad Arfian Rohman (Axis Coffee Table).

Kepada empat pemenang utama akan diberikan penghargaan berupa sertifikat, plakat dan hadiah berupa: Platinum Prize hadiah sejumlah Rp 30 juta, Gold Prize hadiah sejumlah Rp 20 juta, Silver Prize hadiah sejumlah Rp 15 juta dan The Most Creative hadiah sejumlah Rp 10 juta.

Seleksi final ini merupakan rangkaian dari acara sebelumnya, yakni seleksi Tahap I (Pertama) Lomba Desain Furniture atau Indonesia Furniture Design Award (IFDA) 2017 yang telah dilaksanakan hari pada Kamis, 27 Juli 2017 bertempat di Ruang Garuda, Gedung Kementerian Perindustrian.  Pada hari tersebut dilakukan gelar karya peserta yang dinilai oleh Tim Dewan Juri IFDA 2017 yang terdiri dari akademisi (Prof. Imam Buchory, Achadiyat Yudhawinata), pakar desainer furniture nasional (Alvin Tjitrowirjo, Adhi Nugraha), pelaku industri furniture nasional (Satori, Bernardus Arwin, Bonifacius).

Hasil karya desain yang masuk ke panitia IFDA sebanyak 60 (enam puluh) desain dan Tim Dewan Juri telah menetapkan 12 finalis yang berhak maju ke tahap berikutnya berdasarkan kriteria pemenang dinilai dari aspek Ergonomi (Comfortable, Healthy, Safety), Fungsi (Functional-Universal), Nilai inovasi (Innovation Value), Ramah Lingkungan (Green Orientation), Estetika (Aesthetics), Orientasi Pasar (Marketable), Kandungan Kearifan Lokal (Local Wisdom) dan mengikuti tren desain terkini.

Ke-12 finalis IFDA 2017 berasal dari wilayah Bandung (3 finalis), Cirebon (2 finalis), serta Jakarta, Semarang, Klaten, Probolinggo, Bantul, Denpasar, Jepara  (masing-masing 1 finalis). Adapun 12 hasil karya desain tersebut selanjutnya akan diwujudkan dalam bentuk prototip furniture skala 1:1 untuk dipresentasikan pada Seleksi Tahap II (Final), dimana biaya produksi prototip telah dianggarkan dalam DIPA T.A. 2017.

Para desainer dan judul desain 12 Finalis IFDA 2017 adalah sebagai berikut: Kadila (Boboko Chair), Muhammad Alfatha K (Reka Living Set), Zaenal Abidin & Oei Ria Oktavilia (Maja Coffee Table), Widi Amanuli (Pamor Armchair), Zulyo Kumara Pratama (Lenggah Sedaya), Dyah Ayu & Rangga Firmansyah (Egrang Arm Chair), Ade Sofyan (Reon Living Set), Aryo Satrio (Pari Living Room), Muhammad  Arfian Rohman (Axis Coffee Table), Aluysius Sulistiyanta (Kunokini Armchair), Arfan Abdullah (Sasmita Chair) dan Muhammad Bakrie Baharuddin (Boomerang Chair).msj.