Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia
Indonesian Furniture and Craft Industry Association
11 September 2017

Kemenperin dan HIMKI Berpartisipasi di Pameran CIFF China 2017

China, 11 September 2017 – Salah satu pameran furniture terbesar di dunia, China International Furniture Fair (CIFF), diselenggarakan di National Exhibition & Convention Center (NECC, Hongqiao), 333 Songze Road, Qingpu District, Shanghai, China pada tanggal 11-14 September 2017 yang menampilkan lebih dari 2000 exhibitor dengan merek-merek terkenal di dunia serta dihadiri lebih kurang 90.000 buyers dari seluruh dunia.

Pameran industri furniture satu atap ini menghadirkan berbagai produk dan solusi dari kategori furniture rumah tangga, dekorasi dan perkakas rumah tangga, tekstil rumah tangga, furniture luar ruangan, dan gaya hidup. Pameran CIFF juga merupakan platform perdagangan satu-satunya yang berfokus pada furniture luar ruangan dan gaya hidup. Selain sebagai pameran furniture klasik terbesar di China, pameran CIFF juga tetap berfokus pada berbagai tren, teknologi, dan produk desain terkini.

Pada pameran CIFF ini Kementerian Perindustrian bersama HIMKI menghadirkan Indonesia Furniture Paviliun seluas 609 m2 yang diisi oleh 20 peserta perusahaan furniture yang berasal dari sentra-sentra industri furniture di Cirebon, Sukoharjo, Jepara, Semarang, Yogyakarta, Bali, Medan dan Jawa Timur, yaitu: PT. Koloni Timur, PT. Indoexim International, CV. Vina Arya, CV. Decorus, Surya Abadi Furniture, CV. Golden Coco, CV. Debough Indonesia, PT. Kharisma Rotan, CV. Seken, Fatch Craft, PT. Yudhistira Furniture, PT. Nuansa Kayu Bekas, CV. Ribka Furniture, PT. Gading Dampar Kencana, Top Mebel, Wood And Soul & CV. Topeng, Divadi Boat Wood Furniture, CV. Racak, PT. Sarana Jati Perkasa, PT. Japaris Pratama.

Produk furniture yang dipamerkan oleh masing-masing peserta pameran berbeda-beda dan masing-masing mempunyai karakter tersendiri sesuai target pasar dengan desain khas Indonesia, mulai dari level medium high sampai dengan high end product dengan menggunakan bahan baku kayu, rotan, alumunium, dll. Para peserta Indonesia tergabung dalam Indonesia Furniture Paviliun.

Mengingat besarnya potensi pasar di China, maka kedepan kepesertaan “Indonesia Furniture Pavillion” di negara tersebut harus tetap dipertahankan untuk memberi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan furniture lainnya yang belum pernah mengikuti pameran CIFF di Shanghai, China.

Untuk kedepan perlu juga adanya upaya untuk meningkatkan promosi lebih lanjut dalam rangka meningkatkan kerjasama dengan para trader/retailer dan pengusaha setempat dengan membuka outlet/showroom furniture Indonesia di China yang bersifat permanen. Keberadaan outlet/showroom furniture ini untuk mengakomodir harapan peserta pameran untuk adanya lokasi penyimpanan barang-barang sisa pameran serta didirikannya pusat promosi pada masing-masing wilayah dagang, sehingga mereka dapat lebih maksimal dalam menampilkan produk-produk mereka.msj