Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia
Indonesian Furniture and Craft Industry Association

DPP

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM KERJA
HIMPUNAN INDUSTRI MEBEL DAN KERAJINAN INDONESIA (HIMKI)
PERIODE  2016 - 2020

A. Ruang Lingkup Program Kerja HIMKI  meliputi Sektor/Bidang: 

1. Mebel Kayu
2. Mebel Rotan
3. Mebel Bambu
4. Mebel Metal
5. Mebel Sintetis
6. Mebel Kombinasi Material
7. Mebel Panel
8. Mebel Upholstery dan kulit
9. Produk-Produk Kerajinan Home Decor

B. PROGRAM KERJA DAN KEGIATAN  

1. Keberlangsungan Supply Bahan

  1. Inisiasi penanaman kayu perkakas, rotan, bambu, dll yang sesuai kebutuhan industri agar dilaksanakan oleh pihak yang berkompeten khusus pemerintah pusat dan daerah agar mewajibkan melalui regulasi spesifik kepada pemegang HPH, HTI, Hutan Hak
  2. Inisiasi rapat  kerja dengan stakeholder terkait dalam upaya pengendalian harga bahan baku yang rasional dan kontinuitas supply serta distribusi dalam kontek mendukung pertumbuhan ekonomi dan persaingan global 
  3. Inisiasi stakeholder khusus pemerintah untuk membangun fasilitas pendukung disetiap basis produksi untuk standarisasi bahan baku yang siap dipasok ke industri 
  4. Mengusulkan penyederhanaan atau menghilangkan regulasi-regulasi yang menghambat impor bahan baku/pendukung bagi industri 
  5. Mendukung percepatan pembrantasan ilegal logging dan penyeludupan ekspor bahan baku 
  6. Membicarakan kembali kebijakan pemerintah dalam pemberlakuan SVLK. 

2. Inovasi Desain 

  1. Mengusulkan kepada pemerintah pusat dan daerah untuk membangun fasilitas penunjang untuk melakukan kegiatan pengembangan desain (Design Center) sekaligus perlindungan desain (HAKI) di wilayah - wilayah basis produksi yang dikelola oleh badan otonom secara  profesional dengan standar global
  2. Mengadakan klinik desain berupa pendampingan dan pencangkokan desainer kedalam industri dengan mekanisme yang benar
  3. Menumbuhkan semangat inovasi desain bagi anggota HIMKI dengan memberikan apresiasi kepada anggota yang telah terbukti memiliki produk inovatif  
  4. Membangunan kolaborasi dengan desainer, institusi desain di dalam dan di luar negeri untuk meningkatkan kualitas desain

3. Peningkatan Kemampuan Produksi 

  1. Memberikan bimbingan teknis bagi industri untuk memperbaiki proses produksi pada tingkat yang paling efisien 
  2. Mengembangkan Standardisasi Produk Mebel dan Kerajinan
  3. Membantu fasilitasi akses permodalan bagi industri untuk meningkatkan skala produksi 
  4. Membantu fasilitasi investasi baru bagi industri mebel dan kerajinan baik lokal maupun asing
  5. Mendukung pengembangkan industri pendukung dengan mengusulkan rekomendasi  pemberian insentif yang menarik bagi investor baik lokal maupun asing
  6. Mengusulkan peremajaan teknologi tepat guna (subsidi pembelian mesin) untuk peningkatan produktifitas dan kapasitas produksi 
  7. Melakukan studi banding ke negara-negara yang industri mebel dan kerajinannya lebih maju dengan support pemerintah 

4. Pengembangan sumberdaya Manusia

  1. Mengembangkan standard kompetensi kerja mebel dan kerajinan  
  2. Pelatihan teknik produksi  bagi tenaga kerja baru untuk mendukung perkembangan industri mebel dan kerajinan (antara lain bekerjasama dengan KEMENAKER dan pemerintah daerah di sentra-sentra industri mebel dan kerajinan)
  3. Pelatihan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi untuk para pekerja mebel dan kerajinan 
  4. Sertifikasi kompetensi bagi para pekerja mebel dan kerajinan untuk memberikan jaminan melindungi pengusaha dan pekerja 
  5. Mengembangkan Training Center untuk proses produksi di basis-basis produksi 
  6. Melakukan pembinaan SMK dan perguruan tinggi yang terkait dibidang industri mebel dan kerajinan untuk pencapaian link and match dengan industri 

5. Promosi dan Pemasaran 

  1. Menyelengarakan kegiatan-kegiatan promosi dan pemasaran yang terkelola dengan baik yang dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri dengan jadwal yang terprogram sepanjang tahun untuk target market di seluruh dunia terutama untuk negara - negara yang menjadi target market utama. Sekurang kurangnya harus ada 3 pameran besar di dalam negeri untuk mendukung pertumbuhan yang diharapkan, diantaranya diselenggarakan pada bulan March Cicling ASEAN Furniture Show, Juli fokus domestik market, September connect Furniture Expo China, Shanghai.
  2. Mendorong pemerintah untuk membangun gerai-gerai atau fasilitas permanen display untuk promosi dan penjualan retail yang dilaksanakan sepanjang tahun di seluruh dunia terutama di kota-kota besar dunia, kota-kota besar di Indonesia  yang perekonomiannya sedang tumbuh dan di negara-negara yang menjadi target market utama produk mebel dan kerajinan Indonesia yang dikelola secara profesional.
  3. Pelatihan peningkatan kemampuan teknis promosi dan pameran mebel dan kerajinan bekerjasama dengan institusi yg kompeten di daerah-daerah sentra industri
  4. Pemasaran dan promosi bersama melalui media cetak dan media elektronik

6. Peraturan perundangan-undangan

Mengusulkan kepada pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri mebel dan kerajinan Indonesia antara lain di sektor Bahan Baku, Sektor Produksi, Sektor Promosi serta sektor pendukung seperti perpajakan, ketenagakerjaan, permodalan

7. Membangun organisasi yang kuat, mandiri dan bersih 

  1. Memiliki kantor sekretariat yang independen dan representatif di setiap daerah untuk kelancaran kinerja organisasi 
  2. Mengembangkan sumber-sumber pendanaan organisasi melalui berbagai kegiatan produktif seperti: pameran, direktori anggota, sponsorsif dari supporting industry  dan industri furnitur dan kerajinan (Partner Strategis Asosiasi), workshop, seminar, lokakarya, website, dll 
  3. Konsolidasi berkala antar pengurus daerah dengan pengurus pusat  untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan program kerja serta mengikuti perkembangan trend furnitur dan kerajinan dunia  
  4. Bimbingan teknis kepada pengurus daerah dalam upaya optimalisasi kinerja organisasi 
  5. Memiliki pimpinan eksekutif dan staff serta tenaga ahli yang profesional untuk melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawab kerja dewan pengurus 
  6. Melaksanakan monitoring dan evaluasi secara periodik untuk mendukung terciptanya budaya kerja transparan dan akuntabel 
  7. Membangun hubungan kerja sama ditingkat internasional dan regional dengan berbagai lembaga/institusi yang terkait dengan kegiatan organisasi.